Monday, July 24, 2017

Diandra - Kita Mulai dari Awal


12 Februari 2014

Matahari seolah tak menyisakan dingin. Terbabat habis sisakan kering. Tapi aku tetap memesan kopi, panas. Sama seperti matahari siang ini, aku tak ingin sedikit saja kedinginan. Panas biar bertambah panas. Bening cukup tidak tahu diri untuk ikut ke rumah sakit guna riset data. Ini kepentinganku. Dan sejak aku seumur kencur, tak pernah ada satu orang pun yang ikut! Aku selalu seorang diri, kecuali benar aku yang meminta.

“Cuma rumah sakit, dan kamu nggak ngebolehin aku ikut?! Keterlaluan! Aku pacarmu, Diandra.”

“Pacar, bukan bodyguard. Bedakan!”

Friday, July 14, 2017

Biru



2 Februari 2016

Langit masih gemeluduk. Jogja tak menyisakan kering sedikit saja. Rata basah dan dingin. Jalanan depan penginapan sepi, tak ada lalu lalang. Paling satu kali tukang siomay hokie atau orang berpayung sambil menenteng bungkusan. Lapar memang, tapi tak masalah. Ada persediaan roti, keju, dan saus pasta di dalam kulkas. Selama Biru di sini, mau hujan selama apapun, aku tenang.

"Kenapa aku tidak bertemu kamu saja langsung. Kenapa harus lewat Bening."

Thursday, July 13, 2017

Mengantarkan Jawaban


Diandra, Biru, dan Bening akan kami suguhkan dalam bentuk potongan-potongan kisah (seperti cerpen) tapi bersambung. Semoga bisa diterima sebagai karya. Selamat membaca. 


12, Januari 2014


Aku tahu siapa orang yang melempar penghapus ke arahku dan senyumku lantas mengembang. Masih berlanjut, rupanya.

Ini hujan yang entah keberapa di bulan Januari. Menyisakan lembap dan sedikit kenangan hangat. Bening mengernyit, menghampiriku sambil menyodorkan deret pertanyaan yang sungguh, tidak aku suka. Sudah seminggu ini dia getol sekali memintaku menjadi kekasihnya sementara hatiku, hambar.